Oct 1, 2010

Teknologi MP3 dan Format Audio Digital Lainnya


Sebagian besar dari pembaca kali ini saya yakin sudah mengenal apa itu MP3, ya setidaknya  Kata yang identik dengan lagu ini sudah sangat akrab ditelinga kita. Coba saja tengok beberapa merek Handphone (terutama keluaran terbaru) biasanya sudah dilengkapi dengan fitur/aplikasi MP3 untuk mendengarkan lagu-lagu favorit tentunya, bahkan diantaranya ada yang menjanjikan jutaan lagu dalam satu gadget saja. Wow teknologi yang canggih bukan?

Ketika seseorang bertanya,  "eh punya MP3 tidak?" mungkin yang terlintas adalah sebuah keping CD atau rentetan lagu yang bisa di download secara gratis. Ya, itu sangat sering kita dengar. Tapi tak banyak pula yang tahu sebetulnya apa sih MP3 itu? Nah sekarang coba kita telaah lebih jauh mengenai MP3 ini. Walaupun sebagai user atau pengguna teknologi, tapi tidak ada salahnya kita mengetahui teknologinya bukan?

Sebetulnya sepak terjang MP3 ini sudah dimulai sejak tahun 1987, saat itu Institut Fraunhofer di Jerman ingin melindungi teknologi CD Audio dengan cara teknik kompresi. Ketika menggagas MP3 ini, sebetulnya tidak bisa lepas dari format file MPEG (Motion Pictures Expert Group) yang merupakan format dasar dalam penyimpanan dan pendistribusian data multimedia terkompresi. Pada dasarnya format MPEG ini terdiri dari tiga layer yaitu:
- Frame (bingkai gambar) pada layer pertama, kemudian motion (gerakan) pada lapisan kedua, dan pada lapisan ketiga adalah suara (Audio). Jadi, disinilah kenapa file MP3 hanya berisi suara saja sehingga dinamakan MPEG Layer 3.

Selanjutnya format MP3 ini dikembangkan lagi-lagi oleh ilmuwan Jerman yaitu Karlheinz Brandenbrug pada tahun 1996 dan berbarengan dengan itu pula ditemukannya algoritma Fraunhofer. cara kerja ini adalah menghilangkan suara-suara pada frekuensi yang tidak dapat didengar oleh telinga manusia. Apabila sebuah CD Audio dengan format CDDA berkapasitas sekitar 640 Mb hanya mampu menyimpan rekaman sepanjang 70 menit, maka jika dengan format MP3 akan memungkinkan sebuah file Audio dengan data rate 128 kpbs sepanjang 1 menit danya menghabiskan spasi sebesar 1 MB pada media penyimpanan. Itu pula sebabnya kenapa ratusan lagu yang berkapasitas 4-5 Mb bisa ditumpahkan dalam satu keping CD.

MP3 memang tidak sekualitas CD namun lebih baik dari kaset karena dikompresi dengan metode lossy. Namun bagi sebagian besar orang, perbedaan ini tidak akan terasa. Hanya dari kalangan tertentu saja yang bisa membedakannya misalnya seorang frofesional audio (audiophile) yang sangat peka terhadap sinyal audio.

Disamping MP3, sbetulnya masih banyak jenis format audio digital lainnya, hany saja tidak begitu populer dan tidak bisa dimainkan dalam satu player.  Sekarang kita ketahui beberapa format audio digital lainnya, diantaranya adalah:
  1. MP3Pro, masih saudaranya MP3 hany saja bit rate-nya lebih rendah, dimana pada umumnya berjalan dengan bit rate 64 Kbps. Dan biasanya audio yang mempunyai bit rate dibawah 128 Kbps itu mutunya lebih rendah. File ini bisa dimainkan dengan MusicMatch JukeBox atau Magic MP3.
  2. FLAC (Free Lossless Audio Codec), produk ini bersifat open source. bedanya FLAC ini tidak banyak membuang informasi dalam suara (lossless codec), sehingga ukuran filenya jauh lebih besar dibanding MP3. Mengenai kualitas suara memang hampir mendekati aslinya dan jauh lebih jernih.
  3. AAC atau MP4, format ini bertujuan meneruskan MP3, dibutuhkan ini karena untuk kebutuhan transfer data yang lebih cepat, sehingga lebih enak untuk dipakai di internet, wireless dan audio streaming. Ukuran filenya lebih kecil nam,un suaranya lebih bagus dengan bit rate 128 Kbps.
  4. Ogg Vorbis, ditemukan oleh Chris Montgomery di MIT (Massasussets Institute of Technology) Berupa produk open source, yang berextensi Ogg, dengan ukuran file lebih kecil file ini bisa menghemat bandwidth. Kualitasnya selalu berubah-ubah ini dikarenakan dikembangkan oleh banyak imuwan. Dengan mutu yang dipakai berskala 1 - 10, dipakai skala 3 setara dengan bit rate 128 Kbps.
  5. WAV, kependekan dari wave. produk standar dari Microsoft ini menjadi standar file audio dalam komputer untuk sistem operasi, game, maupun file suara yang berkualitas sama dengan CD. Hanya saja ukurannya lebih besar karena tidak ada proses kompresi.
  6. WMA (Windows Media Audio), keunggulan dari penemuan Microsoft ini adalah dapat melindungi file audio sehingga tidak bisa dimainkan atau disalin sem,barangan. Memang file ini kalah pamor dari MP3 akan tetapi berhubungan dengan hak cipta Microsoft sehingga cukup banyak dimainkan. Dengan WMA versi 9 hanya mamapu menrapatkan file sekitar 19 MB dari file aslinya sebesar 30 MB. Format ini hanya dimainkan dengan Windows Media Player.
Dari beberapa format audio digital diatas, file mana yang sering dimainkan? yang mudah dan banyak didapat tentunya MP3 yang biasa anda putar. Nah terakhir mari kita lihat perbandingan ukuran file audio berdasarkan kualitasnya.

Format
Bit rate (Kbps)
Ukuran file (Mb)
Ukurn asli (CD Audio)
-
29,8
MP3
128
2,72
MP3Pro
64
1,36
AAC
128
2,75
Flac
Tdk teridentifikasi
19,6
WMA
128
2,72
WMA Lossless
-
18,7
Ogg Vorvis
Skala 3
2,42

Demikian, semoga bermanfaat dan tetap enjoy dengan MP3-nya.

3 komentar

salam sahabat
ehm sekarang mah lebih maju MP3 dengan dukungan dan fitur baru,bagi penggemar pakai MP3 siap siap kuping jebol hehehehe tapi tergantung juga dech kualitasnya kan yang diutamakan good luck

Ikut menyimak dan baca2...belajar banyak disini..Thx!

Sobat:
@dhana: salam, wah mba dhana maniac mp3 rupanya hehe... sip2 hati2 ah bener tuh, kupingnya.. hehe... :)
@dee: yups makasih mba Deasy, semoga bermanfaat ya..

Oke, thanks and Sukses slalu buat sahabat2ku ini.. ^__^


EmoticonEmoticon