Aug 5, 2010

Teknologi LCD (Liquid Crystal Display)


Salah satu sifat air adalah mudah menempati ruang, hal inilah yang diambil menjadi dasar penelitian oleh para ilmuwan untuk menciptakan suatu benda teknologi dengan komponen utamannya adalah berbentuk cair. Komponen teknologi berbahan cair tersebut bisa kita lihat seperti pada laptop atau layar komputer dan televisi, yang menggunakan teknologi LCD (Liquid Crystal Display). Liquid crystal ini berrti  Kristal cair, atau benda padat (Kristal) yang dicairkan.

Karena diketahui molekul-molekul zat cair yang tidak teratur dan berubah-ubah bergerak ke segala arah, maka pada tahun 1888, Friedrich Reinitzer  seorang ahli botani menemukan fase yang berada ditengah-tengah antara fase padat dan cair. Fase ini memiliki sifat padat dan cair secara nersama-sama. Molekul-molekulnya memiliki arah yang sama seperti sifat padat, tetapi dapat bergerak bebas seperti pada cairan. Fase Kristal cair ini berada lebih dekat dengan fase cair krena dengan sedikit penambahan temperature (pemanasan), fasenya langsung berubah menjadi cair. Sifat ini menunjukan sensitifitas yang tinggi terhadap temperatur.  Tak hanya temperatur, kristal cair juga sangat sesitif terhadap beda potensial atau yang biasa dikenal sebagai arus listrik. Prinsip semacam inilah yang digunakan dalam teknologi LCD. Kalau kita bisa membedakan, pengaruh temperatur teradap kristal cair ini apat kita lihat pada laptop saat digunakan pada cuaca dingin atau panas.

Jenis Kristal cair yang digunakan dalam pengembangan teknologi LCD adalah tipe nematic (molekulnya memiliki pola tertentu dengan arah tertentu). Tipe yang paling sederhana adalah twisted nematic (TN) yang memiliki struktur terpilih secara alamiah mulai dikembangkan pada tahun 1967.
Sifat unik yang dapat langsung bereaksi dengan adanya arus listrik ini dimanfaatkan sebagai ON/OFF LCD. Namun system ini masih membutuhkan cahaya dari luar. Pada computer dan laptop, biasanya dilengkapi dengan lampu flourecent yang diletakakan di atas, samping , dan belakang sandwich LCD supaya dapat menyebarkan cahaya (backlight) sehingga merata dan menghasilkan tampilan yang seragam diseluruh tampilan layar.

Dalam satu dekade terakhir ini, perkembangan teknologi LCD ini semakin pesat berkembang, sehingga semakin poluler di kalangan pengguna teknologi seperti kita, hal ini disebabkan karena keunggulan LDC dibanding tabung yaitu konsumsi energi yang kecil, serta kekuatan materi Kristal cair yang tidak pernah mengalami degradasi.

Perkembangannya terus berlanjut, para peneliti pun terus bekerja keras untuk mencapai target yang sangat bervariasi, mulai dari produksi LCD itu sendiri sampai penelitian untuk kemungkinan komponen alternatif dari bahan plastik yang lebih ringan. Dan sasaran utamanya yaitu bagaimana agar fungsi backlight bisa digantikan dengan lebih canggih namun simpel.
Alhasil pada tahun 1980 seorang peneliti asal Inggris, Colin Waters, memberi jawaban akan masalah ini, dimana ia bersama Peter Raynes menemukan bahwa semakin besar derajat pillinan maka beda potensial (arus listrik) yang dibutuhkan semakin kecil. Penemuan ini menjadi dasar dikembangkannya supertwisted nematic (STN) yang sampai sekarang digunakan pada telepon seluler hingga laptop.

Tak lama dari penemuan STN tersebut diatas, ditemukan pula teknologi TFT (thin-film transistor) oleh Peter Le Comber dan Walter Spear. Metode ini yaitu dengan menggunakannya bahan semikonduktor silicon amorf pada tiap twisted nematic (TN), sehingga menghasilkan tampilan dengan kualitas tinggi. Namun demikian untuk pembuatanya diperlukan proses yang rumit, sebab untuk menghasilkan gambar dengan kualitas 256 subpixel, diperlukan 256 pixel warna merah x 256 pixel warna biru x 256 pixel warna hijau. Itu artinya 256 x 256 x 256 = 16.8 juta pixel. Artinya diperlukan 16.8 juta transistor supermini dan diletakkan pada lapisan TN. Bagaimana untuk menghasilkan gambar dengan kualitas ribuan pixel? Tentu saja diperlukan lebih besar lagi dari itu. Sehingga pembuatan layar dengan TFT ini lebih mahal dibanding metode STN. Bisa kita lihat pada ponsel yang menggunakan TFT biasanya menyodorkan harga yang lebih mahal daripada STN. Namun karena perkembangannya terus dengan pesat melaju, maka biaya pembuatan TFT pun bisa ditekan sedikit demi sedikit.

Seperti tak lelah mengejar target, perkembangan teknologi LCD ini terus melaju dari waktu kewaktu, ini terbukti dengan ditambahnya sub wara baru selain merah, biru, dan hijau, yaitu kuning.
Tambahan warna kuning dari teknologi Quattron ini dimaksudkan untuk memperluas gamut warna dan rendering, sehingga  hampir setiap warna yang bisa dilihat dengan mata telanjang manusia, terutama warna kuning emas. Dikombinasikan dengan panel X-Gen Sharp yang menggunakan teknologi UV2A, memberikan penampilan sebuah gambar berkualitas tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya serta dapat mengurangi konsumsi energi dengan LED backlight.. Semoga dapat menambah pengetahuan anda dan terimakasih.

11 komentar

wahh,,,sejarah LCD ya sob,........ hmm,,, ane taunya makeeee aj,,sejarahnya kagak tau,,, nice posting deh sob,,,, jadu nambah ilmu neh :),,thanks yah :),,hehehhee

weleh, makin hari makin canggih aja ni teknologi, spertinya bening banget tu LCD sob, wkwkwk... :)) sip sob infonya .... bsok saya mau beli 10 biji buat pajangan di kamar, hahahaha ...

sip sob infonya, nice posting diupdate terus ya sob, tks ya

Sekarang LCD sudah merajai pasaran sob,,, disamping gak make banyak ruang, simple pula,,,,,

@elvin: iya Sob, jgn make'e doang donk hihi.. thanks Sob.
@anggasona: wealah 10 kurang Sob, sekodi ajja, hehe... thanks Sob.
@kamasutra: iya, makasih jg dh comment yah..
@insurace: siap sob, thanks jg. :-)
@asis: betul sob, hemat energi pula.. thanks Sob dah share dsini..

happy blogging sobat2.. :-)

wah saya belum pke LCD nie...hahahah
masih pke monitor 17' :D

Wah aku juga Suka pake LCD nie Sob.... dimata lebih enak ga bikin puyeng kaya Monitor Tabung he....harganya juga skrang udh murah......

oiya maaf nie telat.. aku ga blogging kmaren hhe....

OK sob nyantai aja klo sempet aja Requestku mah hhe...

GO GREEN GO LCD....
http://ifanqomarudin.blogspot.com/

@deny: yang penting nyaman Sob, slama ga ngurangin kreatifitas sih oke2 aja.. hehe..
@ferdinan: sip sob, oke tar deh kalo ada yg baru oke.. :-)
@vini: Go.. thanks Sob.


EmoticonEmoticon