May 18, 2010

Tarif Murah Menguntungkan Konsumen



Saat ini, Teknologi telekomunikasi di Indonesia sangan pesat perkembangannya. Iklim kompetisi yang ketat, kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat, dan regulasi yang terus menerus, adalah menjadi faktor dimana industri telekomunikasi Indonesia menjadi salah satu industri yang paling dinamis melampaui industri lain.

Di tahun 2010 ini, industri telekomunikasi memasuki era transformasi dari penggunaan basic service (SMS & voice) ke arah konvergensi teknologi informasi dan komunikasi dimana telepon seluler digabungkan dengan layanan internet, video, dan produk-produk digital lainnya. Sehingga transformasi inilah yang akan menjadi pondasi bagi para pelaku bisnis seluler dimasa depan yang berbasis mobile broadband.
Dalam 2-3 tahun terakhir ini, terlihat jelas bahwa masyarakat sangat dimanjakan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi ini, salah satunya dengan adanya price war yang berdampak pada tarif seluler yang murah, yang jika dibandingkan tahun lalu, tarif seluler tahun ini lebih murah 30%. Coba saja tengik promo-promo yang dilancarkan oleh operator-operator seluler yang gencar menawarkan tarif termurahnya, konten gratis, bonus pulsa, dan program-program unggulan masing-masing operator.

Dengan adanya layanan dan produk yang inovatif dari operator-operator seluler saat ini, memang terasa sangat menguntungkan untuk masyarakat, terutama tarif yang murah sebab tarif masih dirasa prioritas utama masyarakat dalam memilih operator seluler.
Namun demikian, tak sedikit pula yang merasa dirugikan, seperti yang tercatat di kominfo beberapa waktu terakhir ini, berkaitan dengan rekapitulasi dan catatan keluhan masyarakat, setiap harinya selalu saja ada keluhan yang dilontarkan konsumen. Dalam hal ini adalah tidak samanya ukuran judul promo dengan syarat dan ketentuan program, sehingga menimbulkan salah pemahaman. Berkaitan dengan hal tersebut memang belum ditetapkan secara resmi mengenai kode etik promosi perator seluler sehingga cukup maklu dengan kondisi sekarang.

Akhirnya kembali kepada diri kita agar terampil dalam mencerna setiap promosi, dan memilih operator yang tepat agar tidak terasa merugikan.


EmoticonEmoticon