Mar 28, 2011

Filosofi dan Manfaat Pohon Kelapa


Sebuah pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang bercabang, akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol, adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak konsentrik), berkayu, kemudian disebut sebagai pohon kelapa.

Terus terang, saya sangat terinspirasi -katakanlah begitu- oleh tumbuhan yang memiliki konstruksi yang kokoh ke bumi ini. Oleh karena itu, saya selalu berfikir, betapa senangnya hati ini jika saya dapat selalu memberikan manfaat bagi orang lain dan alam sekitar.

Sebelum melanjutkan pada pembahasan manfaat pohon kelapa, mari kita simak salah satu hadits Rasulullah saw berikut ini: 

"Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni)

Dari hadits diatas, tertulis jelas bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Tentunya, hal ini tidaklah mudah sebagai manusia biasa. Karena kita bukan nabi, malaikat, atau pun Syetan. 
Terkadang kehidupan kita selalu saja pasang surut, kadang baik, dan sesekali khilaf pun selalu kita lakukan. Itu wajar karena manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lupa. Semoga saja kita lebih banyak ingat (kepadaNya) daripada lupa.

Kalau kita urai dari mulai akarnya, akar pohon kelapa telah menginspirasi para ilmuwan untuk menciptakan sebuah teknologi cakar ayam sebagai penyangga bangunan yang mencengkram ke tanah. Lalu batangnya, bisa digunakan untuk bahan bangunan (walaupun kurang baik menurut ahli bangunan), tapi bisa juga digunakan untuk papan. Kemudian anak tangkai kelapa, kita sering melihatnya digunakan untuk membuat sapu lidi, daun mudanya untuk membuat ketupat yang biasa digunakan oleh masyarakat muslim pada saat lebaran, atau masyarakat Bali dalam berbagai upacara adat.
Bunga betinanya, yang disebut bluluk (bahasa Jawa), dapat dimakan. Cairan manis yang keluar dari tangkai bunga, disebut (air) nira atau legèn (bhs. Jawa), dapat diminum sebagai penyegar, atau dapat juga difermentasi menjadi tuak.

Buah kelapa, tentu saja adalah bagian paling ekonomis dari tumbuhan ini, dapat dimakan dan dapat pula dijadikan santan -setelah diperas sarinya- untuk mengolah makanan. Sabutnya, yang berupa serat-serat kasar bermanfaat untuk bahan bakar, anyaman tali, media tanam untuk anggrek, bahkan dibuat untuk mengisi jok mobil. Kemudian tempurung atau bisasa disebut batok, adalah merupakan media hiasan dan sebagai wadah untuk minuman (sebagai gelas). Cairannya sebagai penenang dan bermanfaat sebagai penangkal racun. Daging buahnya, biasa disajikan dalam bentuk minuman es kelapa muda atau es krim.

Ada lagi istilah kelapa kopyor, adalah hasil mutasi yang tercampur dengan cairan endosperma. Daging buah tuanya dapat diambil dan dikeringkan serta menjadi komoditi perdagangan bernilai, kemudian disebut kopra. Kopra adalah bahan baku pembuatan minyak kelapa dan turunannya. Cairan buah tua kelapa biasanya tidak menjadi bahan minuman penyegar dan merupakan limbah industri kopra. Namun demikian dapat dimanfaatkan lagi untuk dibuat menjadi bahan semacam jelly yang disebut nata de coco dan merupakan bahan campuran minuman penyegar.

Itulah beberapa manfaat yang dihasilkan dari sebatang pohon kelapa. Alangkah baiknya apabila kita bisa belajar dari filosofi kehidupan pohon kelapa, setiap bagiannya, nyaris tidak ada yang terbuang, bahkan bermanfaat bagi kehidupan manusia.

5 komentar

belajar filosofi dari lingkungan sekitar sangat bermanfaat sob, seperti pada pohon kelapa ini, bnyak pelajaran yg bisa diambil ^^

mantap sob, bnyak manfaat dari pohon kelapa bagi kehidupan...

dari ujung bawah sampai ujung atas kelapa emg bisa dimanfaatkan semuanya...

filosofinya tentang kelapanya bagus juga...aku acungi jempol dechh


EmoticonEmoticon