Dec 5, 2010

...Dan Firasat Jelekku Terbukti

Tags


Tidak terlalu kencang laju sepeda matorku kukendarai malam itu, paling juga sama dengan satu sak semen dengan mengganti satuannya dengan Km/jam. seperti biasa memang kulalui jalan itu setiap harinya dengan rutin, soalnya kupikir itulah satu-satunya jalan yang cukup mulis untuk aku lalui.Tak lupa ear phone diteling selalu menemani perjalananku sepulang aktifitasku mencari sesuap nasi dan sekantung berlian itu. Dengan lagu-lagu kesayanganku setidaknya mengurangi rasa bosanku ditengah padatnya lalu-lintas kota Bandung.
Suatu malam, sehabis hujan mengguyur kota kembang itu, aku pcu kuda besiku dengan santai, la la la la hoh ho ho... Sedikit aku ikuti alunan irama dari track favoritku waktu itu, semua seperti biasa, tak ada satu pun yang aneh.

Alhamdulilah, perjalanan hingga 90 persen menuju rumah bapakku, lancar-lancar saja. dan sampai waktu itu kumatikan saja perangkat musik di hapeku, soalnya sudah hampir sampai. Tak lama berselang setelah itu, tiba-tiba laju roda depanku semakin melambat dan seketika membelok ke sebuah jalan kecil melewati perkampungan yang memang aku tahu bahwa jalan itu adalah jalan pintas yang pernah juga aku lalui. "Lho, ko bisa aku tiba-tiba lewat sini?" gumamku, "ah ga apa lah sama saja yang penting sampai dirumah" lanjut pikirku.
Tapi, lama kelamaan justru aku malah terus berfikir, ya Tuhan ada apa ini ko bisa bisanya aku melewati jalan ini?, ada apa ini?

Ditengah rintik hujan sisa tadi sore, dalam perjalanan yang tidak terlalu jauh, namun cukup sedikit hening malam itu, dengan jalanan yang sedikit ompong, dihiasi butir-butir bebatuan kerikil yang agak mengganggu jalannya kedua roda tungganganku itu, menambah rasa penasaranku akan perjalanan itu. "Ah kenapa sih ko malah lewat sini, semoga saja tidak terjadi apa-apa" bisikku lagi. Firasatku betul-betul jelek kala itu.

Putaran demi putaran roda motorku saat itu semakin membawaku semakin dekan untuk sampai di rumah. Dan tanpa sadar, seperti halnya air yang terus mengalir aku pun dengan pandangan lurus kedepan terus kendalikan kemudiku. Yup sebentar lagi juga sampai, "lagi-lagi aku berbisik ditengah heranku lagi. Tapi, malah semakin besar rasa penasaranku ini, ada apa ini Ya Robb.

Dan ternyata firasat jelekku itu terbukti nyata, perjalanan yang tinggal pacuan terakhir menuju finish itu harus gagal, dan yang menggagalkan adalah jalan rusak yang sedang diperbaiki. Ya dari jauh aku lihat portal besar yang melintang dimuka jalan rusak itu, semakin dekat, aku buktikan ternyata benar. Dan jalan itu rusak, dan aku pun lega dengan terbuktinya firasat jelekku sambil memutarkan kemudi untuk berbalik arah menuju jalan yang biasa aku lewati. Cukup jauh memang aku harus memutar, tapi mau bagaimana lagi. mau tidak mau aku harus memutar, dan aku katakan "Terimakasih Ya Rabb, ini tak seburuk yang kurasakan".

Itulah, sedikit cerita tentang firasat jelekku yang terbukti saat itu juga. :-)

1 komentar so far

hahahahaha,

Kirain ada apah, taunya jalanan rusak gituh, ya mutar balik gak apa2lah sekalian sekali-kali jalan2.. gak nah jalan2kan


EmoticonEmoticon