Oct 3, 2010

Transparansi Aliansi Anti Islam di Eropa

Tags


Ulah Pemimpin Partai kebebasan Belanda (PVV), Geert Wilders yang kian santer menjegal Islam di Eropa sekarang ini, sentak membuat gelombang anti Islam terus berhembus semakin kencang di sejumlah negara Barat bahkan dilakukan dengan terang-terangan oleh para politisinya.

Setelah menghina ajaran Islam melalui produksi film Fitna tahun 2008 lalu, sepertinya tak cukup buat dia, sehingga kemudian memprovokasi para politisi di negara-negara Barat untuk mengamini aksinya menyebarkan Islamophobia di dunia.

Di saat kongres Partai Kristen Demokrat Belanda CDA, di Arnhem sibuk membahas kesepakatan yang dibuat oleh pemimpin partai, Maxime Verhagen, tokoh populis kanan Geert Wilders hari ini (Sabtu,2/10) memberi ceramah tentang Islam dan integrasi di ibukota Jerman.
Pada waktu tersebut Wilders diundang ke Jerman dan memberikan pidato anti Islamnya atas undangan René Stadkewitz, si mantan anggota Partai Kristen Demokrat Jerman, CDU. Geert Wildres adalah penggagas utama yang menjadi inspirator gerakan ini, dan Stadkewitz sedang mempersiapkan pembentukan partai baru, Die Freiheit, yang berarati Kebebasan.

Geert Wilders, dan si René Stadkewitz ini menilai Islam bukan agama. "Tapi, suatu sistem yang menjadi penyebab munculnya dua macam masyarakat, yang berkembang di berbagai wilayah pemukiman kelompok migran. Suatu sistem yang tidak cocok untuk hidup bersama masyarakat Barat." dan  menganggap Islam sebagai sumber berbagai permasalahan di kalangan kelompok migran.

Dengan dukungan penuh dari Geert Wilders, René Stadkewitz yang akan mengikut pemilu legislatif di Berlin pada tahun 2011 ini mendukung larangan jilbab, namun menentang larangan Al Qur'an. Kareana dengan tegas ia mengatakan bahwa "Yang paling penting adalah memperkuat kehidupan bermasyarakat. Larangan seperti itu tidak perlu."

Namun seperti yang dilansir IRIB,Republika, dan PH bahwa sejauh ini, belum diketahui apa yang akan diucapkan oleh Geert Wilders di Berlin. Pemimpin PVV ini hanya menyatakan, ia akan menyampaikan ceramah di Berlin. Mungkin mengenai pelaksanaan proyek, yang diumumkan oleh Geert Wilders musim panas lalu. Dalam suatu wawancara dengan koran De Telegraaf, ia menyatakan akan mendirikan 'International Freedom Aliance'.

Suatu jaringan berbagai kelompok yang berusaha menentang Islamisasi Eropa. Ia menyebut nama lima negeri: Kanada, Amerika Serikat, Britania Raya, Jerman dan Prancis. Ia berusaha membangun kontak di lima negeri tersebut, agar bisa melancarkan aksi bersama yaitu anti Islam.
Tidak semua orang menyambut sikap seperti itu. Kamis kemarin, banyak politisi Jerman, dari kalangan pemerintah dan parlemen, mengecam kemungkinan pembentukan kabinet minoritas di Belanda. Termasuk Kanselir Jerman Angela Merkel. Ia menyayangkan, bahwa kabinet tersebut bisa terbentuk berkat dukungan Geert Wilders.

Sabtu ini berbagai kelompok demonstran akan berusaha menggagalkan rencana pidato Geert Wilders di Berlin. Jaringan kerjasama luas di antara berbagai partai politik, serikat buruh dan kelompok migran akan memblokade lokasi tempat Geert Wilders akan berbicara.

Dirk Stegemann, atas nama berbagai kelompok tersebut menyatakan: "Bagi saya ia seorang rasis. Ia berusaha membungkusnya sebagai kritik terhadap Islam. Ia menciptakan gambaran bahwa Islam itu homogen dan melekatkan citra umum bagi berbagai kelompok orang. Kami di Jerman menamakan hal tersebut, rasisme budaya religius."

Jaringan internasional Wilders, menjadi bola salju yang menggelinding terus menurut besar dan makin membesar. Aksi protesnya terhadap pembangunan masjid di dekat Ground Zero, New York, beberapa pekan lalu dilakukan oleh kalangan yang sependapat dengan Wilders. aksi menentang Islam merambah tidak hanya di Belanda tapi menjalar ke seluruh dunia terutama di negara-negara Barat.

Kemudian melalui pidatonya di dekat Ground Zero, Wilders menyampaikan pesan jelas menentang Islam dengan harapan bisa menggalang dana dan menarik perhatian publik dunia. Maklum, politikus anti Islam ini masih terlibat proses pengadilan yang mahal.
Disini Wilders mengatakan "Yang ingin saya tekankan adalah bahwa ideologi Islam mengancam kebebasan masyarakat Barat, nilai-nilai Barat berdasarkan agama Kristen, Yahudi dan humanisme. Saya juga berada di sini untuk belajar dari Amerika Serikat, yang menjunjung tinggi kebebasan berbicara. Karena kebebasan berbicara ini terancam di Eropa".

Setelah dalam beberapa bulan terakhir ini Wilders sibuk memperluas jaringannya. Aliansi Kebebasan Internasional, International Freedom Alliance (IFA) pimpinannya, 'memperjuangkan kemerdekaan dan melawan Islam', kemudian di New York sendiri, Wilders berpidato di depan kalangan neo-konservatif Amerika yang membenci Islam dan menganggapnya ancaman bagi Israël dan dunia Barat. Mereka yang sependapat dengan Wilders ini juga mendukungnya secara finansial.


Ironisnya, di negara yang mengklaim sebagai pengusung hak asasi manusia dan kebebasan itu, agama Islam yang dianut oleh sekitar 1,5 milyar orang di dunia dengan mudah dilecehkan oleh sejumlah politisinya sendiri. Namun pada saat sama, warganya dibungkam untuk tidak mempertanyakan peristiwa yang masih abu-abu kebenarannya, seperti Holocaust dan serangan 11 September. Di negara Barat seperti Perancis, mempersoalkan peristiwa Holocaust termasuk kejahatan. Demikian pula di Amerika Serikat, Gedung Putih dengan arogan menolak usulan dibentuknya tim investigasi independen oleh PBB mengenai serangan 11 September.

Kini, kedua peristiwa ini lebih steril untuk dipertanyakan daripada perhormatan terhadap agama Ilahi yang telah menorehkan sumbangsih peradaban dan kebudayaan cemerlang di lembaran sejarah.

3 komentar

sesungguhnya orang - orang kafir itu tidak pernah suka kepada kaum muslimin dan akan selalu memusuhi kita sebelum kita mengikuti mereka,di dalam Al Quran juga telah dijelaskan dan Al Quran tidak ada keraguan di dalamnya,maka pelajarilah jgn hanya sebagai simbol.

Yang terpenting terus kita berusaha mempertebal keimanan kita. Tapi thankz infonya,, salam kenal sob mampir2 ya ke blog sederhanaku ...makasih

mengapa mereka hanya bisa mengusik umat muslim saja...perlu di ketahui oleh semuanya bahwa islam itu merupakan agama yang sangat lurus dan cinta damai tidak pernah umat islam untuk memaksakan agama non muslim untuk masuk agama islam..


EmoticonEmoticon