Sep 3, 2010

Sukseskah Ramadhan Kita?


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa (QS. Al-Baqarah : 183)

Saya yakin ayat tersebut sangat populer dan begitu akrab ditelinga kita, sehingga bisa saja ayat itu menjadi biasa saja ketika dibaca. Untuk itu mari kita telaah lebih jauh kedalam mengenai ayat tersebut.

Saya mempunyai sebuah ilustrasi sperti ini, Seorang guru memberikan sebuah buku kepada muridnya, "nak, bacalah buku ini agar kamu pintar" Sang guru tersebut menganggap bahwa muridnya itu belum cukup pintar sehingga dia memberikan buku tersebut kepadanya. Artinya, permberian buku itu bukanlah tujuan utama sang guru kepada muridnya, melainkan kepintaran si murid lah yang menjadi utamanya.
Demikian pula dengan perintah puasa ramadhan, bahwa ayat tersebut diatas redaksinya adalah menyebutkan bahwa Allah Swt. memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mereka bertakwa. Disini Allah Swt. menilai bahwa banyak diantara orang yang beriman itu belum atau belum cukup bertakwa, sehingga dengan ayat inilah Allah memerintahkan berpuasa.

Bukan sekedar pemenuhan atau menjalankan puasa begitu saja, melainkan Ketakwaaan adalah tujuan utama dari perintah Allah tersebut. Pernah dijelaskan oleh Sayyid Qutb didalam tafsir Fi Zhilalil Qur'an bahwa puasa adalah jalan untuk mencapai ketakwaan.

Puasa ramadhan bisa diibaratkan sebagai sebuah training atau latihan. Dimana didalamnya kita diperintahkan untuk menjalankan dan menjauhi segala perintah Allah dengan pahala yang berlipat dari Allah. Ada banyak kegiatan seperti latihan ibadah dibulan suci ini, seperti misalnya menahan lapar, haus menahan amarah, melaksanakan sholat malam, mengeluarkan shodaqoh mnjaga lisan, pndangan, dan perbuatan, melatih kesabaran dan masih banyak lagi.

Secara kasat mata, selama bulan suci ini kita dapat lihat bahwa semua umat islam bisa melaksanakannya, terbukti dengan ramainya suasana di mesjid2, senangnya orang menyambut ramadhan, memeriahkan dengan berbagi kegitan agama, baik dilingkungan masyarakat atau dimedia2 seperti televisi ataupun media lainnya seperti internet, radio dsb.

Didalam sebuah training, kita dituntun untuk mengerjakan sesuatu dimana setelah selesai training itulah kita akanmenerapkan apa yang telah kita pelajari tersebut. Begitu pula Jika ramadhan ini adalah sebuah training, maka logika yang nampak adalah bahwa hasil training itu akan nampak dibulan setelah ramadhan itu selesai.

Ketika lepas masa training ramadhan itu, mari kita tanya kepada diri kita sediri, apakah ramadhan kita sudah mencapai target training tersebut? apa itu? yakni tujuan utama dari ayat yang telah kita bca tersebut. Kalu setelah ramadhan kita menjadi orang yang bertakwa, senantiasa takut kepada Allah, mendekatkan diri kepadanya dan takut akan berbuat dosa, berarti bisa disimpulkan bahwa ramadhan kita sukses, karena disitulah letak penilaiannya. Tapi kalau kita sebaliknya ternyata kita belum atau malah jauh dari takwa, maka berarti ramadhan kita hanya semata-mata ritual atau pemenuhan kewajiban saja, tidak mencapai target apa yang diharapkan itu.

Untuk mengetahui apakah sukses atau tidaknya ramadhan kita, maka kita harus mengukur diri apakah sudah memenuhi kriteria orang yang bertakwa atau belum.Dalam definisi yang paling umum, takwa berarti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Adapun lebih detailnya banyak dijelaskan didalam Al-Quran yang mengenai ciri-ciri orang yang bertakwa seperti dalam surat Al-Baqarah ayat 177 yaitu diantaranya: 
Beriman kepada Allah, Hari kemudian, Malaikat-malaikat Allah, Kitab-kitab Allah, Nabi-nabi Allah, Menginfakkan harta kepada kerabat, anak yatim, fakir miskin, musafir, hamba sahaya dan orang yang meminta-minta, Mendirikan sholat, mengeluarkan zakat, menepati apabila berjanji, dan sabar dalam kesempitan, penderitaan, dan peperangan.

Mungkin kita memang belum sepenuhnya menjadi orang yang bertakwa, bahkan masih jauh dari ciri-ciri tersebut, namun untuk mengukur kesuksesan ramadhan itu setidaknya kita bisa mengukur dari intensitas ibadah pada saat ramadhan dan setelah ramadhan usai. Sebagai contoh ketika ramadhan kita melaksanakan puasa wajib, maka setelahnya kita rutin melaksanakan puasa senin-kamis dsb. Kalu dibulan ramadhan kita melaksanakan shalat malam atau tarawih, maka setelahnya kita melaksanakan shalat tahajjud. dan masih banyak lagi contoh ibadah yang lainnya.

Training ramadhan menampakkan hasilnya setelah ramadhan, namun ketika kita tidak bisa melaksanakan hasil training itu setelah ramadhan, maka dipastikan bahwa ramadhan kita hanyalah semata-mata menjalankan ritual saja tanpa menuju pada tujuan utamanya yaitu takwa.

demikian dan semoga kita termasuk kepada orang-orang yang sukses dengan ramadhan kita, amin.

8 komentar

mudah - mudahan diberikan kemudahan oleh ALLAH dalam menjalani puasa...
Amien...

mudah2an amal ibdah kita selama ini diterima oleh Allah swt ya sob,,,amin :)

Ramdhan sebentar lagi meninggalkan kita, tinggal beberapa hari lagi kita menuju kemenangan..... hari yang fitri...

Sobat:
@farid: Insya Allah, amien.. thanks yah sob..
@elvin: amien: moga2 diterima yah sob. :)
@astho: iya sob, kurang dari seminggu mari kita mencapai kemenangan.. amien. thanks sobat.

Wah, sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Menjadi manusia adalah sebuah anugerah terbesar dari Allah swt dan untuk mendapatkannya bukan proses yang gampang, kita harus meningkatkan keshalehan diri yang mengimbas pada keshalehan sosial
Semoga kita mendapatkan dan terkategori sebagai insan yang bertaqwa sebagai mana janji ALlah atas orang-orang yang menjalankan puasa ramadhan dengan iklas dan semata mengharapkan ridhaNya. Insya Allah

Benar sekali Sob.... ramadhan gak hanya sekedar melaksaksanakan kewajiban.....

mantabz.,... semangat terus Sob...berhubung udah mau lebaran sekalian Mohon maf lahir batin Sob.. takutnya aku keburu libur blogging ntar hhe,,

@pakies: memang sulit mencapai kesempurnaan, tp Insya Allah setidaknya lebih baik sobat. amien.
@ferdinand: makasih sobat, mohon maaf lahir bathin juga yah.. :)
@mieny: harusnya kita semua punya pertanyaan itu, dan dijawab dengan kualitas ibadah yang ditingkatkan. thanks.. :)


EmoticonEmoticon