Jul 5, 2010

Gula dan Penyakit yang Ditimbulkannya


Seandainya saya mengerti bahasa mereka, mungkin saya akan mendengar teriakan histeris seperti ini, "Gula... oh Gula... entah dalam bentuk paduan suara atau perang mulut karena saling berebut, atau dalam gumaman ketika tak mendapatkan segenggam pun gula dalam sehari. Kira-kira begitu imajinasi saya, Tapi entahlah, hanya Tuhan yang tahu. Yang jelas sering kita dapati ungkapan yang berbunyi "dimana ada gula disitu ada semut" benarkah? Benar, tapi selain semut, manusia juga adalah sebagai makhluk pengkonsumsi gula. Lihat saja anak-anak yang lebih senang dengan makanan manis seperti permen, biskuit, kue, dsb. Apakah itu berarti anak-anak identik dengan gula? apakah kita lantas berasumsi bahwa asupan gula pada anak-anak lebih besar daripada orang dewasa? sepertinya asumsi itu salah.
Berdasarkan penelitian, bahwa bila seoang dewasa terbiasa mengonsumsi makanan siap saji, rata-rata asupan gulanya sekitar 32 sendok teh sehari, jumlah yang tinggi bukan? Hemat saya jika 32 sendok teh dikonversi ke sendok makan, berarti sekitar 16 sendok makan, artinya jika orang membuat satu gelas teh manis dengan satu sendok gula saja, sama artinya dengan meminum 16 gelas teh manis sehari. Dan asupan tersebut biasanya sering tidak kita sadari, dengan sumbangan asupan gula terbesar adalah berasal dari minuman ringan dan makanan kecil yaitu sekitar 80% dari seluruh asupan karbohidrat.

Sebetulnya banyak pedoman gizi yang memberi nasihat agar agar kita tidak menambahkan gula pada makanan, hanya saja –kebanyakan orang- sering mengabaikannya, misalnya dengan menjadikan gula sebagai salah satu sumber kalori dari sumber kalori lain, yaitu karbohidrat tinggi serat dan lemak. sehingga pemakaian gula tidak berlebih. Kaitannya dengan peningkatan supan gula berlebih pada aorang dewasa, WHO sebagai badan kesehatan Dunia mengeluarkan pedoman gizi bahwa pedoman gula yang dianjurkan dalam makanan adalah  sekitar 10% dari dotal asupan kalori per harinya.

Apakah gula memberi efek buruk terhadap tubuh kita? ini yang perlu kita ketahui sehingga kalaupun kita mengkonsumsi makanan yang mengandung gula tanpa dibarengi dengan dampak buruk dari gula itu sendiri.
Dari beberapa sumber yang saya ketahui, ada beberapa macam penyakit yang ditimbulkan  akibat dari kelebihan gula dalam tubu kita. Diantaranya sebagai berikut.

Asupan gula dan obesitas
Asupan lemak berlebih, adalah merupakan penyebab utama timbulnya obesitas, pendpat ini benar, dan yang sering kita lupakan adalah apapun sumber energi yang kita konsumsi, jikaberlebih maka akan disimpan dalam bentuk lemak. Di beberapa Negara, jenis makanan yang dikonsumsi memang tinggi lemak, namun di lain Negara seperti di Negara kita sendiri, makanan setempat dan pola makan masyarakat memeiliki asupan lemak tidak tinggi, malah  ada yang kekurangan dari kebutuhan lemak. Dan sebaliknya asupan karbohidratnya yang berlebih. Seperti pada minuman ringan dana jajanan pada anak-anak yang mengandung gula cukup tinggi. dari sumber energikarbohidrat yang berlebih inilah yang secara komulatif akan menyebabkan penimbunan lemak tubuh dan menyebabkan obesitas.

Asupan gula dan diabetes
Penyakit diabetes, adalah termasuk penyakait yang paling menakutkan. Penyakit ini banyak dihubungkan dengan lemak karena massa lemak yang berlebih akan menyebabkan fungsi hormon insulin sebagai kadar gula darah. Mengkonsumsi karbohidrat kompleks atau karbohidrat dalam bentuk alami yang belum mengalami banyak pgngolshsn bsnysk disnjurksn. Selain kandungan seratnya yang memperlambat penyerapandan mencegah kadar gula darah, karbohidrat juga mengandung mineral kromium yang berfungsi menungkatkan efektifitas kerja hormon insulin. Walaupun pada masyarakat yang mengkonsumsi karbohidrat kompleks sebagai makanan pokok kejadian diabetesnya rendah, ini tidak menjadikan karbohidrat kompleks mencegah diabetes. Namun masalah utamanya terdapat pada jenis karbohidratnya, bila dikonsumsi berlebih akan meningkatkan sintesis lemak. Sebagian masyarakat yang secara genetik memiliki aktifitas berlebih untuk melekukan sintesis lemak jenuh sebagai respon dari asupan gula yang berlebih, secara komulatif akan beresiko meningkatkan kejaian diabetes serta kelainan jantung dan pembuluh darah.

Asupan gula dan kelainan gigi
Kalau didalam sebuah lagu terdengar “daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini”, menurut saya itu salah, dua-duanya juga tidak ada yang baik. Saya tahu bagainama rasanya sakit gigi, dan mungkin diantara anda juga pernah mengalami hal yang sama. Kelainan gigi, sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang umum. Kelainan gigi ini berasal dari terbentuknya asam dari pertumbuhan bakteri di rongga mulut yang dapat merusak lapisan gigi. Nah, kumpulan bakteri yang kita kenal sebagai plak gigi ini, dapat bertahan hidup karena adanya gula yang berasal dari sisa makanan di rongga mulut. Produksi dari asam bakteri ini terjadi sekitar 20-30 menit setelah memakan makanan yang mengandung gula. Asupan gula kurang dari 10% total kalori ternyata menurunkan ternyata dapat menurunkan resiko kelainan gigi.

Setelah mengatahui beberapa macam penyakit yang ditimbulkan akibat kelebihan gula ini sitidaknya kita akan lebih mengatur pola makan dan lebih selektif terhadap makanan terutama yang mengandung gula. Demikian dan semoga bermanfaat.

2 komentar

waduh jadi takut nich, coz aq seneng banget ma yg manis2.... jd mulai harus mengurangi nich...

wew, serem jg nih kl terkena pnykit gula, kuncinya cm makan makanan teratur tentunya sehat, dan yg plg penting OLAHRAGa teratur :) nice post sob ...


EmoticonEmoticon