May 30, 2010

Hujan Menurut Al-Qur'an

Tags


Apakah sekarang masih musim penghujan?, didaerahku iya, bagaimana dengan daerah anda? Omong-omong tulisan ini sangatlah sederhana tapi mungkin bisa menemani anda daripada terbengong menunggu hujan reda padahal hendak keluar rumah. Cobalah sejenak pandangi titik-titik air yang menetes dari langit, dapatkah anda menghitungnya?, rasanya tidak mungkin anda bisa menghitungnya, tapi wallahu 'alam.. karena didunia ini sangatlah mungkin sesuatu apa pun itu bisa terjadi atas kehendak-NYA. menurut seorang anak kecil, bagaimana mungkin air bisa turun dari langit sementara tidak ada wadah pun yang menampung dan orang menumpahkannya ke bumi. Namun begitu, DIA-lah ada, yang berkuasa atas segalanya.Hujan adalah salah satu bukti nyata kebesaran Allah, yang haram untuk kita tidak percayai. Hujan adalah berkah, namun misteri yang membuat manusia bertanya, sampai akhirnya para ilmuwan mencari-cari  tentang fenomena alam ini. Alhasil, ditemukanlah radar cuaca yang dari sana bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan yang berlangsung dalam tiga tahap, yaitu:
  1. Bahan baku hujan naik ke udara
  2. Terbentuk awan
  3. Terjadi curahan
Sungguh benar adanya hasil penelitian tersebut, namun sebetulnya didalam Al-Qur'an sudah dijelaskan mengenai pembentukan air hujan tersebut yaitu dalam Firman Allah:

Dialah Allah Yang mengirimkan angin yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka bila Ia menurunkannya kepada siapa saja dari hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki, mereka pun bergembira ria. (QS Ar-Ruum [30]: 48)

Sekarang mari kita cermati uraian dari ayat tersebut:
  1. "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..." Gelembung-gelembung udara yang tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan yang pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air menguap menuju langit. Partikel-partikel yang kaya akan garam ini diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir, disebut sebagai aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".
  2. "...dan yang menggerakkan awan; lalu Ia membentangkannya di langit sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..." Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.
  3. "...lalu kau lihat air hujan keluar dari celah-celahnya." Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel-partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan, dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.
Jelas sekali semua tahapan ini tersusun dan terurai dengan sistematis dalam Al-Qur'an,  ini berarti tiada penjelasan mengenai apapun didunia ini melainkan Al-Qur'an lah yang paling benar. Ilmuwan boleh meneliti, harus bermanfaat tentunya, namun Al-Qur'an telah menunjukkan kebenaran itu lebih dulu. Subhanallah. Semoga setelah membaca tulisan ini, tidak menjadi berkurang rasa syukur kita atas nikmat yang telah diberikan olh Allah kepada kita. saya membaca, saya merenung, lalu saya menuliskannya. semoga bermanfaat. :)

2 komentar

subhanallah Al-qur'an sungguh berguna dalam kehidupan sehari-hari.


EmoticonEmoticon